Ruang Rahasia 40 Ribu Tahun Ungkap Jejak Kehidupan Neanderthal

Kabar Internasional

Ruang Rahasia 40 Ribu Tahun Ungkap Jejak Kehidupan Neanderthal

detikINET - detikJabar
Sabtu, 19 Sep 2026 20:00 WIB
Gua purba
Gua purba. (Foto: Gibraltar Museum)
Bandung -

Sebuah ruang tersembunyi di dalam gua Gibraltar seperti kapsul waktu yang baru terbuka setelah puluhan ribu tahun. Ruang di Vanguard Cave itu tidak tersentuh cahaya maupun udara luar selama setidaknya 40 ribu tahun.

Ketika arkeolog berhasil memasuki ruang tersebut, mereka menemukan tulang hewan, cangkang siput laut, dan peralatan batu yang berkaitan dengan Neanderthal. Temuan itu membuka peluang untuk menelusuri kehidupan salah satu kelompok manusia purba yang bertahan hingga penghujung keberadaan spesiesnya.

Ruang sepanjang sekitar 13 meter itu menjadi bagian dari kompleks Gorham's Cave di Gibraltar. Runtuhan pasir menutup pintu masuknya sejak akhir zaman Pleistosen sehingga kondisi di dalamnya relatif terlindungi dari perubahan lingkungan dan gangguan manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arkeolog dari Gibraltar National Museum menemukan ruang tersebut ketika memetakan bagian dalam kompleks gua. Mereka melihat celah di langit-langit dan kemudian masuk ke ruang yang selama puluhan ribu tahun tidak menerima cahaya maupun udara dari luar.

ADVERTISEMENT

Di lantai ruang itu, peneliti menemukan tulang lynx, hyena tutul, dan burung nasar griffon. Mereka juga menemukan cangkang whelk, sejenis siput laut yang dapat dimakan.

Letak cangkang tersebut cukup jauh dari garis pantai pada masa itu. Kondisi tersebut membuat peneliti menduga manusia membawa cangkang itu ke dalam gua, bukan membiarkan proses alami memindahkannya.

Namun, temuan paling menarik datang dari peralatan batu dengan teknologi Mousterian. Tradisi pembuatan alat tersebut sangat erat kaitannya dengan populasi Neanderthal.

Peneliti menemukan peralatan itu di permukaan lantai ruang dan belum terkubur dalam lapisan sedimen yang lebih dalam. Kondisi tersebut membuat ruang itu menyerupai kapsul waktu arkeologi.

Gibraltar, Salah Satu Benteng Terakhir Neanderthal

Dikutip dari The Daily Galaxy, Gibraltar telah lama menjadi salah satu lokasi penting dalam penelitian Neanderthal. Kompleks Gorham's Cave menyimpan bukti aktivitas manusia selama sekitar 120 ribu tahun dan kini berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.

Bukti arkeologi dari kompleks tersebut membantu ilmuwan memahami cara Neanderthal beradaptasi dengan lingkungan, mencari makanan, membuat peralatan, hingga memanfaatkan sumber daya laut.

Situs itu juga dikenal sebagai salah satu tempat terakhir yang menjadi hunian Neanderthal. Sumber resmi Gibraltar menyebut penelitian di kompleks gua menunjukkan bahwa Neanderthal bertahan di kawasan tersebut hingga sekitar 32 ribu tahun lalu.

Angka tersebut menarik karena para ilmuwan umumnya menempatkan kepunahan Neanderthal sekitar 40 ribu tahun lalu. Gibraltar pun kemungkinan menjadi salah satu wilayah perlindungan terakhir bagi kelompok Neanderthal ketika populasi mereka di berbagai wilayah Eropa mulai menghilang.

Temuan dari kompleks gua juga memperlihatkan kehidupan Neanderthal di Gibraltar jauh lebih kompleks daripada gambaran manusia purba yang hanya berburu hewan.

Peneliti menemukan banyak cangkang kerang, tulang ikan, serta sisa-sisa anjing laut dan lumba-lumba. Sebagian temuan menunjukkan tanda pemrosesan menggunakan alat.

Neanderthal juga membuat peralatan batu dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di pesisir.

Di Vanguard Cave, penelitian sebelumnya menemukan bukti pembuatan tar dari kayu birch. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai perekat untuk memasang gagang pada peralatan atau senjata. Proses pembuatannya membutuhkan panas yang terkontrol dalam waktu tertentu.

Peneliti juga menemukan gigi susu anak di dekat pintu masuk gua dalam lapisan yang berkaitan dengan aktivitas Neanderthal.

Temuan itu mengindikasikan gua bukan sekadar tempat singgah kelompok pemburu. Neanderthal juga menggunakan kawasan tersebut untuk aktivitas sehari-hari dan kemungkinan hidup bersama kelompok keluarga.

DNA Purba Bisa Mengungkap Cerita yang Lebih Dalam

Penemuan ruang tersembunyi tersebut belum berakhir. Justru, bagian paling menarik masih menunggu penelitian lebih lanjut.

Karena ruang itu tertutup selama ribuan tahun, sedimennya relatif terlindungi dari perubahan lingkungan dan kontaminasi modern.

Kondisi tersebut sangat berharga bagi penelitian DNA purba. Peneliti berencana mengambil sampel sedimen lantai gua untuk mencari jejak DNA yang mungkin ditinggalkan manusia maupun organisme lain.

Mereka juga akan menganalisis serbuk sari dan sisa tumbuhan mikroskopis untuk mengetahui kondisi lingkungan di sekitar gua ketika Neanderthal masih menghuninya.

Jika berhasil, sampel tersebut dapat memberikan informasi yang tidak terlihat hanya dari tulang dan peralatan batu.

DNA lingkungan, misalnya, berpotensi membantu ilmuwan mengetahui organisme yang pernah hidup di sekitar gua serta menggambarkan kondisi ekosistem pada masa tersebut.

Peneliti juga ingin mengetahui apakah terdapat struktur tempat api atau perapian yang lebih dalam di bagian gua.

Jika menemukan perapian, peneliti dapat memperoleh sumber informasi penting. Aktivitas pembakaran meninggalkan berbagai jejak, mulai dari arang hingga perubahan kimia pada sedimen.

Lokasi yang terlindungi secara alami selama puluhan ribu tahun membuat ruang tersebut semakin berharga.

Para arkeolog tidak sekadar menemukan gua tua. Mereka menemukan sebuah ruang yang sempat terlindungi dari perubahan lingkungan selama puluhan ribu tahun.

Kini, ruang itu kembali terbuka. Dari tulang hewan, cangkang laut, peralatan batu, hingga kemungkinan DNA purba, setiap temuan dapat menjadi potongan cerita tentang kehidupan Neanderthal di Gibraltar.

Semakin dalam peneliti menggali ruang tersebut, semakin besar pula peluang untuk menemukan jejak baru tentang hari-hari terakhir Neanderthal sebelum spesies manusia purba itu menghilang.

Baca berita selengkapnya di detikINET.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads