Imbas Keracunan MBG, Sejumlah Sekolah di Cirebon Diliburkan

Imbas Keracunan MBG, Sejumlah Sekolah di Cirebon Diliburkan

Ony Syahroni - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 15:13 WIB
Suasana di RS Putera Bahagia usai sejumlah siswa dikabarkan mengalami keracunan
Suasana di RS Putera Bahagia Cirebonusai sejumlah siswa dikabarkan mengalami keracunan. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah di Kota Cirebon diliburkan sementara pada Rabu (21/10/2026). Kebijakan itu diambil menyusul dugaan keracunan yang dialami para siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sugiyanto, mengatakan sekolah yang terdampak meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk sementara. Sedangkan sekolah yang tidak terdampak tetap menjalankan aktivitas belajar seperti biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KBM untuk yang terdampak, hari ini diliburkan. Karena tadi saya sampaikan bahwa guru-guru saya optimalkan untuk menjaga siswanya," kata Handi di Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026).

Handi menyebut sejumlah sekolah yang terdampak di antaranya SDN Taman Kalijaga, SDN Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Harapan Bangsa. Dia mengatakan masih ada sekolah lain yang turut terdampak dalam kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Handi, keputusan meliburkan KBM di sekolah terdampak diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan guru-guru. Para guru diminta tetap siaga untuk mendampingi dan memantau kondisi siswa yang mengalami dugaan keracunan.

Bahkan, sejumlah guru disebut ikut terdampak dan ada pula yang harus mendampingi siswa yang menjalani perawatan. Karena itu, pihaknya meminta sekolah terus memantau kondisi para siswa agar mereka bisa segera pulih dan kembali mengikuti pembelajaran.

"Kita fokusnya kepada yang terdampak. Guru-gurunya saya minta standby dan terus memonitor, terutama siswa-siswinya," ujar Handi.

Handi mengaku prihatin atas kejadian yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG tersebut. Dia berharap penanganan terhadap siswa yang mengalami gejala keracunan bisa berjalan optimal sehingga kondisi mereka segera membaik.

Selain itu, Handi berharap makanan yang akan dibagikan kepada siswa diperiksa kembali sebelum dikonsumsi. Dia mengimbau pihak sekolah lebih memperhatikan kondisi makanan, terutama jika ditemukan bahan pangan yang menunjukkan tanda-tanda tidak layak konsumsi.

"Kalau misalkan memang ada sayur atau telur yang agak asam, kalau bisa tidak dikonsumsi. Jangan sampai nanti menimbulkan dampak seperti ini, gejala-gejala keracunan," tuturnya.

Sekadar diketahui, jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon mencapai 270 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 231 orang merupakan anak-anak, sedangkan 39 lainnya orang dewasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria, mengatakan data tersebut dihimpun hingga Rabu (21/10/2026) siang. Para korban mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon.

"Data tadi siang, itu masih di 270. Yang terdampak 270, terdiri dari 231 anak dan ada 39 itu dewasa," kata Siti Maria di Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026).

Siti menjelaskan, penanganan korban melibatkan delapan rumah sakit di Kota Cirebon. Rumah sakit tersebut di antaranya RS Siloam Putera Bahagia, RS Ciremai, dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads