59 Siswa Korban Keracunan MBG di Pati Masih Opname

59 Siswa Korban Keracunan MBG di Pati Masih Opname

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 10 Sep 2026 17:15 WIB
Wakil Kepala BGN Trenggono didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjenguk korban keracunan MBG di RS KSH Pati, Kamis (10/9/2026).
Wakil Kepala BGN Trenggono didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjenguk korban keracunan MBG di RS KSH Pati, Kamis (10/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, menjenguk korban dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Pati. Ia mengungkapkan masih ada lebih dari 50 orang yang menjalani perawatan.

"Kami menjenguk dan melihat lebih dekat. Jadi sampai sore ini hari ini ada 59 masih dirawat," ujar Trenggono kepada wartawan di sela menjenguk siswa diduga keracunan yang tengah dirawat di RS KSH Pati didampingi Plt Bupati Risma Ardhi Chandra, Kamis (10/9/2026).

Selain di RS KSH Pati, ke-59 korban keracunan itu juga dirawat di RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya para siswa yang tengah dirawat di rumah sakit kondisinya berangsur membaik. "Semua dalam kondisi sekira pulih tidak ada yang kondisinya mengkhawatirkan juga mungkin beberapa waktu ke depan lebih baik," Trenggono melanjutkan.

ADVERTISEMENT

BGN, kata Trenggono, tidak akan segan-segan menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur MBG yang menyebabkan ratusan murid dari tiga sekolah keracunan secara permanen.

"SPPG seperti saya sampaikan yang lalu. Yang jelas di-suspend, mungkin kalau dapurnya jelek suspend permanen ini," tuturnya.

"Jadi itu sudah komitmen kita, apabila ada dapur yang sampai menyiapkan MBG secara tidak baik, dalam hal ini ada keracunan langsung kami suspend berat. Kalau jelek suspend permanen," tambahnya.

Trenggono mengaku terus berupaya memperbaiki pelayanan MBG ke para siswa. Meskipun demikian ia mengaku masih ada sejumlah dapur SPPG yang tidak taat aturan.

"Dari BGN sejak kepemimpinan yang baru, kita berusaha memperbaiki tata kelola kemudian menyiapkan dapur ini dengan baik," ucap dia.

"Namun di antara semua kan banyak yang satu dua tidak sesuai SOP tidak patuh terhadap tahapan penyiapan makanan ini yang harus kita evaluasi terus," jelasnya.

Trenggono menambahkan orang tua murid tidak perlu khawatir terkait dengan biaya perawatan. Sebab, biaya akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Biaya yang jelas semua akan ditangani oleh baik pemerintah daerah, tidak ada masalah untuk biaya bisa diatasi oleh pemda dan BGN," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dan guru dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati dilaporkan keracunan usai menyantap MBG. Setelahnya Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan kejadian luar biasa (KLB) guna memastikan penanganan siswa yang diduga keracunan secara maksimal.

"Karena menyangkut keselamatan korban dan (jumlah penderita ratusan) kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB)," kata Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (10/9).

Kasus keracunan itu ternyata juga meluas hingga ke sekolah ketiga, MTs Manbaul Ulum, Desa Bermi, Kecamatan Gembong, di mana belasan muridnya harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mual hingga diare.

"Total 11 siswa yang dibawa ke rumah sakit," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTS Manbaul Ulum Bermi Gembong, Ahmadi Rozaq.

Belasan siswa ini mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG pada hari Selasa (8/9) kemarin. Akan tetapi reaksi dugaan keracunan baru dilaporkan Rabu (9/9) kemarin.

"MBG hari ini tidak ada, itu MBG hari Selasa (8/9) terus reaksi hari tadi malam," jelas Ahmadi.

"Ada yang mual, pusing dan diare banyak variasinya," lanjut dia.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads