Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan menimbulkan gejala mulai dari demam, batuk, sakit tenggorokan, hingga nyeri otot.
Gejala Influenza A terkadang mirip dengan batuk pilek biasa sehingga sulit dibedakan hanya dari keluhan yang dirasakan. Lantas, apa itu Influenza A, apa saja gejalanya, bagaimana cara penularan dan pencegahannya?
Apa Itu Influenza A?
Influenza A adalah salah satu tipe virus influenza yang dapat menginfeksi manusia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan terdapat empat tipe virus influenza, yakni A, B, C dan D. Virus influenza tipe A dan B merupakan jenis yang paling umum menyebabkan wabah pada manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, Influenza A disebut sebagai virus yang paling sering menyebabkan flu musiman. Sementara itu, influenza C biasanya menimbulkan infeksi ringan dan influenza D lebih banyak menginfeksi ternak sapi.
Influenza musiman sendiri dapat terjadi sepanjang tahun di negara tropis seperti Indonesia. Karena itu, influenza tidak hanya perlu diwaspadai pada waktu atau musim tertentu.
Apa Saja Gejala Influenza A?
Sebelum mengenali gejalanya, penting diketahui bahwa keluhan Influenza A dapat berbeda pada setiap orang. Gejalanya juga bisa menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya, sehingga beberapa tanda berikut dapat menjadi gambaran awal yang perlu diperhatikan.
- Demam
- Batuk, umumnya batuk kering
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Sakit tenggorokan
- Hidung berair
- Tubuh terasa lemas
Batuk akibat influenza dapat menjadi berat dan bertahan selama dua minggu atau lebih. Meski demikian, sebagian besar orang dapat sembuh sekitar satu minggu tanpa memerlukan perawatan khusus.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menyebut influenza sebagai infeksi saluran pernapasan akut dengan gejala yang dapat muncul secara mendadak, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri badan, dan kelelahan.
Masa inkubasi influenza umumnya sekitar 1-4 hari setelah seseorang terinfeksi virus, dengan rata-rata sekitar dua hari. Seseorang yang terpapar virus tidak selalu langsung merasakan gejala pada hari yang sama. Keluhan dapat baru muncul beberapa hari setelah infeksi terjadi.
Apa Perbedaan Influenza A dan Batuk Pilek Biasa?
Influenza A dan batuk pilek biasa sama-sama merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan sehingga gejalanya dapat terlihat mirip. Rumah Sakit Pusat Pertamina menjelaskan perbedaan dapat terlihat dari tingkat keparahan, kecepatan munculnya gejala dan adanya gejala sistemik.
Influenza A cenderung muncul lebih mendadak dan dapat disertai demam, nyeri otot atau badan, serta rasa tidak enak badan yang lebih kuat. Meski begitu, gejala saja tidak selalu cukup untuk memastikan seseorang terkena Influenza A. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi.
Bagaimana Influenza A Menular?
Influenza dapat menular dengan cepat dari satu orang ke orang lain. Penularan terutama dapat terjadi melalui droplet atau percikan yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Influenza juga dapat menyebar melalui kontak dengan benda yang telah terkontaminasi virus. Karena itu, risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, terutama di lingkungan dengan banyak orang.
Siapa yang Berisiko Mengalami Influenza Berat?
Influenza dapat sembuh tanpa perawatan khusus pada sebagian besar orang. Namun, penyakit ini dapat menjadi lebih berat pada kelompok tertentu. Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain sebagai berikut.
- Ibu hamil
- Anak-anak berusia di bawah 59 bulan atau 5 tahun
- Lansia berusia 65 tahun ke atas
- Orang dengan penyakit kronis seperti HIV/AIDS, asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan diabetes
- Orang dengan risiko tinggi terpapar virus, termasuk tenaga kesehatan.
Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terkena Influenza A?
Gejala dapat menjadi petunjuk awal, tetapi untuk memastikan influenza dapat dilakukan pemeriksaan medis. Diagnosis influenza dapat dilakukan menggunakan metode reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) pada spesimen swab nasofaring atau swab hidung dan swab orofaring atau usap tenggorokan.
Dokter dapat melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik sebelum menentukan apakah pemeriksaan influenza diperlukan. Tes swab dapat digunakan untuk membantu memastikan penyebab infeksi.
Cara Mengobati Influenza A
Sebagian besar orang yang mengalami influenza A dapat pulih dengan perawatan di rumah tanpa penanganan khusus. Penderita sebaiknya mengurangi aktivitas, cukup beristirahat, banyak minum air putih dan menangani gejala yang muncul, seperti demam atau nyeri tubuh.
Penderita juga dianjurkan tetap berada di rumah untuk membantu pemulihan sekaligus mengurangi risiko menularkan influenza kepada orang lain. Obat untuk meredakan keluhan dapat digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pada kondisi tertentu, terutama pada kasus yang berat atau penderita yang termasuk kelompok berisiko tinggi, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus. Penggunaan obat antivirus sebaiknya berdasarkan pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.
Pemeriksaan medis diperlukan apabila kondisi semakin memburuk atau muncul gejala yang mengkhawatirkan, seperti sesak napas, nyeri dada, demam tinggi yang tidak kunjung turun, muntah hingga sulit minum, atau kondisi yang sempat membaik tetapi kembali memburuk.
Cara Mencegah Influenza A
Pencegahan Influenza A dapat dilakukan dengan mengurangi risiko paparan dan penularan virus. Beberapa langkah pencegahan Influenza A yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.
- Memakai masker ketika sedang sakit serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Vaksinasi influenza juga dapat menjadi salah satu upaya pencegahan influenza. Vaksin influenza umumnya diberikan setahun sekali, terutama kepada kelompok berisiko tinggi seperti lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan dan orang dengan penyakit kronis.
Meski vaksin influenza tahunan belum menjadi bagian dari program imunisasi rutin nasional di Indonesia, WHO menyebut vaksinasi sebagai salah satu cara utama untuk mencegah influenza sekaligus mengurangi risiko penyakit berat.
