The Assassin(s) Tembus 2 Juta Penonton di Tengah Kontroversi

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Film Korea Selatan The Assassin(s)
Foto: Hive Media Corp
Jakarta - Kontroversi film The Assassin(s) masih panas di Korea Selatan. Tapi itu gak bikin publik memutuskan untuk memboikot film yang diperankan Lee Min Ho ini. Malah justru jadi pilihan buat ditonton sepanjang akhir pekan.

Di tengah pusaran kritik dari berbagai pihak, The Assassin(s) tetap mendominasi box office Korea Selatan. Menurut data Korean Film Council dilihat Minggu (4/10/2026), per tanggal 3 Oktober The Assassin(s) sudah disaksikan 2.045.499 penonton.

Angka 2 juta penonton didapatkan berselang 10 hari dari penayangan perdana, dan 7 hari sejak arahan sutadara Hur Jin Ho itu menjejak di angka 1 juta penonton. Lompatannya memang terasa melambat setelah kontroversi, namun The Assassin(s) masih memimpin.

Saingan terbesar film yang berkisah tentang percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee tersebut saat ini adalah TAZZA: The Song of Beelzebub. Film yang dimainkan Byun Yo Han itu sudah tembus 1,2 juta penonton.

The Assassin(s) masih tayang di 1.070 layar di seluruh Korea Selatan hingga hari ini.

Sinopsis The Assassin(s)

Berlatar pada 15 Agustus 1974, saat upacara Hari Pembebasan di Seoul. Seorang pria melepaskan tembakan ketiga Presiden Park Chung Hee berpidato.

Presiden selamat, tetapi Ibu Negara Yuk Young Soo dan seorang gadis muda tewas karena tembakan itu. Pelakunya, Mun Se Gwang, warga Korea di Jepang, langsung ditangkap.

Setelah kejadian itu, detektif Cheol Gu (Yoo Hai Jin), editor surat kabar kota Jae Hwan (Park Hae Il), dan seorang wartawan pendatang baru Young Il (Lee Min Ho), mempertanyakan hasil investigasi resmi dari insiden penembakan itu.

Mereka memperdebatkan soal fakta enam tembakan yang terdengar saat kejadian. Padahal pistol Mun Se Gwang hanya berisi lima peluru. Setiap pertanyaan dibalas tuduhan komunis dan perintah untuk menghentikan investigasi.

Kontroversi The Assassin(s)

Kubu konservatif bereaksi kelas atas perilisan film The Assassin(s). Ketua partai oposisi, Jang Dong Hyeok, menyebut cerita film ini absurd dan menyamakannya dengan propaganda Korea Utara.

Dilansir dari Korea Herald, anggota People Power Party (Partai Kekuatan Rakyat) Joo Jin Woo mencap film ini sebagai kejahatan yang melukai keluarga Ibu Negara. Mereka menuntut permintaan maaf resmi dari tim produksi.

Ada juga tuduhan yang menyebutkan bahwa The Assassin(s) memutarbalikkan sejarah. Amarah itu berujung serangan terhadap individual yang terlibat dalam film termasuk aktor Lee Min Ho dan Ryu Hye Young di media sosial mereka.

Tim produksi The Assassin(s) merespons, menegaskan film ini merupakan hasil dari kreativitas, bukan untuk membuat kesimpulan sejarah baru. Mereka juga tidak berusaha untuk menunjuk individu tertentu sebagai dalang, atau menyajikan hipotesis baru sebagai fakta.

(aay/ass)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO