Beda Nasib Mal 'Rakyat' Vs Mal Elite di Jabodetabek

Beda Nasib Mal 'Rakyat' Vs Mal Elite di Jabodetabek

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Kamis, 08 Okt 2026 13:33 WIB
Image taken inside a shopping mall. There are lots of people walking around going to stores, buying things and consuming food and beverages. There are two floors with shops and boutiques. The ceiling is glass. The architecture is very modern and new and the general feel of the images is bright, clean, safe and positive.
Ilustrasi mal. Foto: iStock
Jakarta -

Ruang-ruang kosong masih ada di mal-mal Jabodetabek. Hampir 90% ruang kosong ada di mal kelas menengah ke bawah atau mal 'rakyat'.

Walau demikian, mal-mal di Jabodetabek juga masih ramai didatangi pengunjung, baik untuk makan, sosialisasi, belanja, atau sekadar jalan-jalan.

"Kalau kita gabungkan antara Jakarta dan di luar Jakarta atau Bodetabek gitu ya, hampir 90 persen ruang kosong itu berada di mal-mal yang kelas menengah sampai ke bawah. Bahkan kalau kita pisahkan, di Jakarta itu ada sekitar 84 (persen) ruang kosong itu berasal dari kelompok ini sementara di Greater Jakarta itu angkanya bisa sampai 96 persen," kata Head of Research Department Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam Colliers Virtual Media Briefing Q3 2026, Rabu (7/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk tingkat okupansinya, mal kelas atas sekitar 90 persen terisi sementara mal kelas bawah sekitar 60 persen pada kuartal III 2026. Perbedaan tersebut bukan tanpa alasan.

ADVERTISEMENT

Ferry menilai, mal-mal kelas atas pasarnya sudah terbentuk secara kuat, basis konsumennya jelas, ekosistem tenant-nya solid, dan banyak brand menarik yang membuat orang terus datang.

"Sementara mal yang tidak terlalu kuat itu memang mereka menghadapi lingkaran yang lebih sulit gitu ya. Jadi pengalaman-pengalaman belanjanya melemah, kemudian tenant juga semakin selektif untuk masuk, traffic berkualitas juga berkurang dan akhirnya memang sulit menarik tenant-tenant baru," katanya.

Maka dari itu, menurutnya upgrade mal itu penting untuk menggaet pengunjung dan meningkatkan transaksi di mal. Upgrade mal yang dimaksud bukan sekadar renovasi bangunan saja, tetapi juga memilih tenant yang relevan, memberikan pengalaman yang menarik, dan lainnya.

"Jadi ke depannya kompetensi antar mall ini akan semakin ditentukan oleh relevance, relevansinya, productivity-nya jadi bukan sekedar dari tingkat kompetensinya," tuturnya.

(abr/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads