Direktur Utama (Dirut) PT PLN Batam, Kwin Fo, mengungkap sejumlah temuan terkait gangguan kelistrikan yang memicu pemadaman listrik atau blackout di Batam dan wilayah sekitarnya pada Senin (12/10/2026). Temuan tersebut meliputi keberadaan hewan liar di sekitar trafo, sistem proteksi, kawat pengusir hewan yang tidak aktif, hingga posisi kamera CCTV yang bergeser.
Kwin Fo menjelaskan, berdasarkan perkiraan awal, gangguan terjadi sekira pukul 06.28 WIB. Tim PLN Batam tiba di lokasi sekira pukul 07.00 WIB untuk memeriksa trafo yang mengalami gangguan dan mengeluarkan percikan api.
Saat pemeriksaan awal, petugas mengitari trafo dan mengecek sejumlah sisi peralatan. Namun, mereka belum menemukan keberadaan hewan liar di lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jam 7.00 tim PLN Batam sudah sampai di lokasi. Di sana mereka sudah mengitari trafo yang bermasalah, yang memercikkan api itu, dicek berbagai sisi, tetapi tidak ada hewan liar di sana," kata Kwin Fo, Minggu (18/10/2026).
Keberadaan hewan liar baru diketahui sekira pukul 10.30 WIB ketika tim lain tiba di lokasi. Hewan tersebut ditemukan dalam kondisi lemah dengan luka bakar di tubuhnya.
"Pada pukul 10.30 WIB ada tim yang lain sampai ke lokasi, melihat ada seekor hewan liar di bawah trafo. Hewan liar tersebut mengalami luka bakar di badannya dan kondisinya sangat lemah," ujarnya.
Selain temuan hewan liar, Kwin Fo menyampaikan bahwa PLN Batam sebelumnya telah melakukan pengujian terhadap perangkat proteksi kelistrikan pada Jumat (9/10) sebelum kejadian.
Menurut dia, hasil pengujian menunjukkan seluruh perangkat proteksi yang diperiksa bekerja dengan baik.
"Kita melakukan uji fungsi terhadap proteksi kita, yang mana kesemuanya itu bekerja dengan baik," jelasnya.
Kwin Fo juga menjelaskan adanya kawat beraliran listrik di antara pipa-pipa putih yang berada di sekitar area gardu. Kawat tersebut berfungsi untuk menghalau hewan liar agar tidak memasuki area peralatan bertegangan tinggi.
"Tujuannya untuk mengusir hewan liar. Selama itu hidup, hewan liar tidak akan masuk. Akan tetapi, pada saat kejadian jam 06.28 pagi tanggal 12 Oktober 2026, kawat yang ada aliran listrik ini tidak dihidupkan," ungkapnya.
Temuan lainnya berkaitan dengan kamera CCTV yang diperuntukkan untuk memantau trafo yang mengalami gangguan.
Kwin Fo mengatakan kamera tersebut biasanya diarahkan ke trafo. Namun, pada Minggu (11/10/2026), atau sehari sebelum blackout, posisi CCTV disebut bergeser sehingga trafo yang kemudian mengeluarkan percikan api tidak terlihat dalam rekaman kamera, pergeseran kamera itu terjadi pada pukul 18.43 WIB.
"Kita ada satu CCTV yang diperuntukkan untuk trafo yang terbakar ini. Biasanya mengarah ke trafo, akan tetapi satu hari sebelum kejadian, pada hari Minggu 11 Oktober 2026 pukul 18.43 WIB, kamera CCTV ini digeser sampai trafo yang keluar percikan api tidak kelihatan," ujarnya.
Simak Video "Video: Bos PLN Hadap Prabowo, Lapor Listrik di Pulau Jawa Mulai Membaik"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
